-
-
Steve Jobs
October 13, 2011 By AdminSudah begitu banyak tulisan, video dan ulasan-ulasan mengenai Steve Jobs beberapa hari setelah kematian legenda visioner teknologi itu. Menjadi headline di seluruh dunia, trending topic, bahkan Read More » -
Traveler’s Tale: Bungee Jumping Bikin Nagih
July 10, 2011 By AdminLagi-lagi mau posting tentang bungee jumping. Kali ini lebih pengen share pengalaman pribadi. Bagaimana sih rasanya bungee jumping? Takut? ga terlalu sih. Karena menurut saya, peralatannya Read More » -
It’s All About Passport
June 29, 2011 By AdminBerawal dari keinginan untuk bisa jalan bareng teman-teman ke luar negeri, maka di awal bulan Juni 2011 ini saya membulatkan tekad untuk membuat passport. Tempat yang Read More » -
15 Bungee Jump Tertinggi di Dunia (bagian 2)
June 29, 2011 By AdminDi posting sebelumnya, saya sudah bahas 15 lokasi bungee jumping tertinggi di dunia bagian pertama. Berikut kita lanjutkan ke bagian kedua: Le Pont Suspendu de L’Araignee Read More » -
15 Bungee Jump Tertinggi di Dunia
May 26, 2011 By AdminApril 2011 yang lalu, merupakan aksi pertama dan terakhir saya bungee jumping di Kuta, Bali. Saya sudah ngidam banget dengan olahraga adrenalin ini sejak tahun 2007 Read More »
-
Bobby: Hi Vindas, Monggo dicopas. Jangan lupa link sumbe »
-
Admin: Hi Vindastomar, Boleh-boleh saja dicopas. Tapi ja »
-
Vindastomar: Salam kenal. Boleh di copas statement nya mas? Ter »
-
nadita: aduh ga ada uang saya hehe. semoga aja ada kesempa »
-
Bobby Ertanto: Dita, mungkin coba ke macau or NZ aja. »
bungee jumping bungy jump chrome download Google Sitemap Generator Lolos Wawancara Kerja Lowongan kerja Macau Sky Tower plugin Sitemap Plugin sitemap wordpress sitemap wordpress plugin Sitemap WP Tips Trik Wawancara traveling Wawancara Kerja Wordpress wordpress template wordpress templates wordpress theme wordpress themes -
It’s All About Passport
Berawal dari keinginan untuk bisa jalan bareng teman-teman ke luar negeri, maka di awal bulan Juni 2011 ini saya membulatkan tekad untuk membuat passport. Tempat yang saya pilih adalah kantor Imigrasi kelas 1 Khusus Jakarta Selatan, yang kebetulan saat ini lokasinya sedang pindah sementara di Jalan RA. Kartini, Jakarta Selatan. Tempat yang sebenarnya adalah di Jl. Warung Buncit Raya, namun saat ini sedang direnovasi.
Passport yang akan saya apply adalah yang warna hijau 48 halaman.
Hari Pertama
Senin, 6 Juni 2011, Saya tiba di kantor Imigrasi jam 7 pagi, karena berdasarkan informasi kantor Imigrasi Jakarta Selatan ini memang favorit dan selalu penuh. Bahkan menurut petugasnya kapasitas kantor tersebut sudah melebihi quota. Loket imigrasi memang belum buka jam 7, akan tetapi orang-orang sudah banyak yang datang dan menaruh dokumen berkas-berkas yang diperlukan didekat nomor antrian elektronik.
Pertama, Kita harus membeli formulir+amplop kuning di koperasi yang terletak di dalam gedung tersebut, harganya Rp 5000. Dokumen pendukung saya persiapkan sesuai dengan kebutuhan (asli + fotokopi 1 lembar dalam ukuran A4,termasuk fotokopi ktp juga dalam ukuran A4, jangan dipotong sesuai ukuran ktp) :
1. Akte Kelahiran
2. Kartu Keluarga
3. KTP
4. Ijazah SD – Kuliah
5. Surat keterangan dari Perusahaan
Oiya… sebelum loket dibuka, petugas imigrasi selalu memberikan sambutan dan pengarahan sekitar 10-15menit dengan menggunakan pengeras suara, isinya merupakan petunjuk dan tata cara serta prosedur pembuatan passport. Pukul 8 pagi, dokumen yang sudah tertumpuk akan diberi nomor antrian dimulai dari tumpukan yang paling bawah (yang paling datang duluan). Saya sendiri dapat nomor antrian no.207 (yang berarti no.7), sekitar jam 9 saya sudah dipanggil ke loket untuk menyerahkan dokumen. Petugas imigrasi melakukan verifikasi dokumen sekitar 15 menit, dan setelah itu saya diberi semacam Kwitansi untuk melakukan pembayaran, foto, cap sidik jari, dan wawancara pada tanggal 8 Juni 2011 (2 hari setelah proses penyerahan dokumen).
Hari Kedua
Tanggal 8 Juni 2011, Saya kembali datang jam 7 pagi. Kwitansi pembayaran ditancapkan ke semacam besi yang ada didepan loket pembayaran, nantinya akan dipanggil namanya dimulai dari tumpukan yang paling bawah. Jam 8.30, nama saya sudah dipanggil dan mengantri untuk melakukan pembayaran di loket. Proses disini terbilang lama banget, karena sistem komputerisasinya masih menggunakan sistem yang lama. Jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp 255,000.
Setelah membayar, kita akan mendapat bukti tanda pembayaran yang akan digunakan untuk melakukan foto, cap sidik jari, dan wawancara di lantai 2 gedung kantor Imigrasi tersebut. Di lantai 2, ternyata sudah penuh dengan orang-orang yang sudah antri, saya mendapat nomor antrian A37 (yang berarti nomor 37 kelompok A). Ada 3 kelompok dalam proses foto+wawancara ini, yaitu kelompok A, B, C. Sekitar pukul 10.30, giliran saya yang dipanggil. Proses foto dan sidik jari menggunakan media komputer, dan proses wawancara hanya sekedar berbicara tentang data diri yang sudah tercantum dalam database kantor Imigrasi. Jam 11 Siang saya sudah selesai, dan diberitahukan bahwa passport dapat diambil sekurang-kurangnya 7 hari kerja dari tanggal foto+wawancara.
Hari Ketiga
20 Juni 2011, kali ketiga saya datang jam 7 pagi di kantor Imigrasi, lebih pagi dari pegawai imigrasinya sendiri hehe… Slip bukti tanda pembayaran digunakan untuk pengambilan, ditaruh di depan loket pengambilan. Jam 8 petugas baru akan mengambilnya. Jam 8.30 saya sudah dipanggil, passportnya sudah jadi dan difotokopi 1 kali sebagai arsip di kantor imigrasi.
Begitulah pengalaman pribadi saya membuat passport pribadi di kantor Imigrasi kelas 1 khusus Jakarta Selatan. Setiap kantor Imigrasi mungkin berbeda-beda penanganannya, karena tergantung juga dari jumlah peminatnya. Ada kantor imigrasi yang peminatnya tidak terlalu banyak sehingga tidak perlu datang pagi-pagi untuk mengantri.
Namun di kantor imigrasi kelas 1 khusus Jakarta selatan ini saya belajar 2 hal, yaitu pentingnya waktu dan kesabaran dalam menunggu. Karena ditengah padatnya peminat pembuat passport, tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain datang lebih pagi agar mendapat nomor antrian awal dan bersabar menunggu giliran untuk dipanggil.
Setelah itu, mari rencanakan liburan ke luar negeri. Artikel traveling pendukung boleh baca disini, disini dan disini.
{This is a guest post by Indri Arianti. You can find her @IndriArianti}





