Inilah 12 cara dahsyat bagaimana membuat kesan pertama yang menjual saat wawancara. Pelajari dan praktekkan tips-tips berikut ini. Mudah-mudahan perusahaan besar impian Anda menjadi kenyataan.

Right On Time
Tepat waktu merupakan faktor penentu pada waktu wawancara Anda. Jika Anda tidak siap, maka persiapan Anda semalaman bisa menjadi sia-sia. Pikirkan matang-matang perjalanan Anda ke perusahaan, berapa lama waktunya, kemacetan lalu lintas, mencari tempat parkir, menunggu lift atau bahkan menunggu kendaraan umum, dll.
Semua itu harus Anda perhitungkan dengan cermat. Sehingga Anda mempunyai waktu untuk mengecek kembali penampilan Anda di toilet atau hanya sekadar menenangkan diri.

Dress For Success
Pakaian menjadi sangat penting karena salah satu bagian yang dinilai (secara tidak langsung). Jadi, Anda tidak boleh data wawancara dengan menggunakan pakaian yang sembarangan.  Seperti Kaos, Celana Jeans atau sandal.  Saya jamin Anda langsung dicoret dari daftar kandidat.
Pakailah pakaian yang sopan dan rapih.

Untuk Pria: Pakailah kemeja lengan panjang, berdasi (jika diminta/dipersiapkan saja), celana bahan dan sepatu pantofel.

Untuk Wanita: Pakailah Blazer dengan dalaman kemeja, rok (selutut) dan sepatu (jika ingin menggunakan sepatu ‘Hak’, usahakan tidak terlalu tinggi

Ingat!! Pilihlah warna yang netral atau lembut. Jangan memakai pakaian dengan warna yang tidak matching antara atasan dan bawahan, atau memakai pakaian yang ‘ngejreng.
Sebisa mungkin menghindari pakaian yang mudah kusut.
Bagi wanita, jangan menggunakan sepatu high heels yang tinggi karena pasti akan mempersulit Anda.

Grooming
Tatalah rambut Anda dengan rapi. Bagi wanita, jangan menggunakan make-up yang ‘kinclong’ atau  ‘over’ karena Anda bukan datang ke resepsi pernikahan. Cukup sederhana saja. Terserah bagaimana agar penampilan Anda menjadi Rapi.

Handshake
Melalui jabatan tangan, Interviewer dapat menilai apakah Anda seorang yang percaya diri atau bukan.
Begitu Anda memasuki ruangan interview, tunjukkan sikap percaya diri Anda. Jabatlah tangannya dengan mantap dan yakin serta tersenyumlah (tapi bukan cengengesan ya!!)

Eye Contact
Sangatlah penting ketika Anda menatap Interviewer pada saat wawancara berlangsung. Ini berarti Anda mendengarkan & memperhatikannya dengan seksama. Begitupun sebaliknya. Namun perlu hati-hati juga, jangan sampai tatapan Anda membuat interviewer justru tidak nyaman.

Do Not Sit Until You Told To…
Duduklah jika sudah dipersilahkan. Duduklah dengan posisi tegak dan rapi, tidak bersandar asal-asalan apalagi dengan tangan terlipat didada. Ini menunjukkan Anda tidak serius.
Ingat untuk selalu menggunakan Eye Contact.

Do Not Smoke, Eat, Chew Gum, or Drink During Interview
Jangan merokok, makan, mengunyah permen atau minum selama proses wawancara berlangsung. Atau bahkan ketika interviewer merokok dan menawarkannya kepada Anda, Jangan ikut merokok. Hal ini akan menurunkan nilai Anda.

Show Respect
Tunjukkan sikap bahwa Anda menghargai dan menghormati pewawancara. Baiknya Anda memanggil interviewer dengan sebutan Bapak/Ibu sekalipun dia tampak lebih muda dari Anda.

To be Great Listener
Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan dengan seksama setiap pertanyaan/perkataan interviewer. Ingat selalu menggunakan Eye Contact!

Communication Skill
Saat ini, Bahasa Inggris menjadi sangat perlu dan sering digunakan dalam setiap wawancara. Berlatihlah sebelumnya dirumah, entah itu dengan keluarga atau teman Anda. Ini baik untuk mengetahui jika ada yang salah dalam pronounciation dan grammar Anda.

Give Positive Answers
Berikanlah jawaban yang positif bagi setiap pertanyaan yang diajukan kepada Anda. Terlebih jika Anda memiliki kelemahan. Beritahu mereka apa yang menjadi kelemahan Anda dengan kalimat positif atau setidaknya solusi atas kelemahan Anda tersebut. Misalnya:
Interviewer: Apa yang menjadi kelemahan Anda?
Anda: Saya seorang pelupa Pak, tapi Saya biasa membuat catatan-catatan kecil.

Bagi Anda yang memiliki sejumlah pengalaman kerja, jangan pernah menjelek-jelekkan perusahaan lama Anda (meski benar) di hadapan interviewer. Tunjukkan hal-hal positif apa yang Anda pelajari dari pengalaman Anda tersebut.

Do Not Ask About Salary, Holidays, Bonuses
Anda baru boleh menanyakannya apabila interviewer telah menanyakan pada Anda atau perusahaan memang telah memutuskan untuk mempekerjakan Anda.

Lihat juga persiapan-persiapan lainnya sebelum wawancara disini.

Related Article